Apa yang Dimaksud Anchoring Effect dalam marketing? (Berdasarkan Studi Psikologi)

Pernahkah Kamu mendengar istilah Anchoring effect (efek pengait/jangkar)? dan Apakah pernah merasa sebuah produk terlihat sangat menarik hanya karena sedang diskon? Tanpa disadari, kondisi ini sering dimanfaatkan dalam strategi marketing untuk membentuk persepsi harga di benak konsumen.

Misalnya saat berbelanja online, Kamu menemukan promo seperti ini:
- Harga normal Rp. 500.000
- Harga promo Rp. 250.000
Angka Rp250.000 langsung terasa menarik. Bahkan sebagian orang merasa sedang mendapatkan kesempatan emas karena berhasil “menghemat” Rp250.000.
Namun, apakah produk tersebut benar-benar bernilai Rp500.000?
Belum tentu.
Fenomena inilah yang dikenal sebagai Anchoring Effect.
Dalam dunia marketing, Anchoring Effect adalah salah satu teknik psikologi yang sering digunakan untuk memengaruhi cara konsumen untuk menilai harga suatu produk. Yang menarik, dalam banyak kasus, keputusan membeli bukan terjadi karena kita menghitung nilai asli produk secara mendalam. Sebaliknya, otak sering kali mengambil jalan pintas dengan membandingkan informasi yang pertama kali dilihat.
Lalu, bagaimana sebenarnya Anchoring Effect bekerja dan mengapa teknik ini begitu efektif memengaruhi keputusan pembelian?
Setelah memahami apa itu Anchoring Effect, pertanyaan berikutnya adalah bagaimana efek ini bisa memengaruhi cara seseorang mengambil keputusan saat berbelanja. Mengapa hanya dengan melihat satu angka terlebih dahulu, seseorang bisa merasa sebuah harga menjadi jauh lebih menarik?
Apakah pernah Kamu merasa mendapatkan penawaran yang sangat menguntungkan saat membeli barang diskon? Hal tersebut terjadi karena otak manusia sering menggunakan jalan pintas dalam memproses informasi. Jadi, saat Kamu pertama kali lihat harga Rp.500.000 otak langsung menjadikan angka tersebut sebagai patokan harga. Begitu harganya dicoret menjadi Rp. 250.000, otak langsung merespon :
Rp500.000 → Rp250.000
“Wah, saya bisa hemat Rp250.000 nih!”
Menariknya, konsumen sering kali tidak membeli karena harga Rp250.000 terlihat murah. Mereka membeli karena Rp250.000 terlihat jauh lebih murah dibanding Rp500.000 yang mereka lihat sebelumnya. Namun, Anchor tidak selalu berupa harga awal yang dicoret. Banyak bisnis juga menggunakan label seperti “Diskon 50%”, “Hemat Rp250.000”, atau “Buy 1 Get 1” untuk menciptakan persepsi nilai yang lebih tinggi.
Dalam dunia marketing, prinsip ini menjadi salah satu teknik yang paling sering digunakan untuk membentuk persepsi nilai dan memengaruhi keputusan pembelian.
Menariknya, konsumen tidak hanya dipengaruhi oleh harga yang pertama kali dilihat, tetapi juga oleh pilihan yang tersedia. Dalam banyak kasus, pilihan tersebut sengaja dirancang untuk mengarahkan keputusan konsumen. Mengapa bisa begitu? Baca : cara brand mengarahkan pilihan konsumen
Pertanyaannya, berapa besar diskon yang sebenarnya efektif untuk menarik perhatian konsumen? Baca : Cara menentukan angka diskon yang bagus.
Bagi pebisnis, pelajaran terpenting dari Anchoring Effect adalah konsumen tidak selalu menilai harga secara objektif. Cara harga ditampilkan sering kali sama pentingnya dengan harga itu sendiri.
Karena itu, penggunaan diskon, paket harga, maupun penawaran khusus perlu dirancang dengan mempertimbangkan bagaimana konsumen membandingkan informasi yang mereka lihat.
Perlu bantuan untuk online marketing bisnismu? Hubungi Mata Badai Studio sekarang!
Ready to Elevate Your Digital Marketing?
Let's discuss how we can help grow your brand online.
Get in Touch