Back to Blog
MarketingTutorials

Cara Membuat Highlight Instagram yang Terlihat Profesional

arikurniawan
arikurniawan
September 8, 2026
6 min read
Cara Membuat Highlight Instagram yang Terlihat Profesional

Pernah tidak, kamu penasaran bagaimana cara membuat Highlight Instagram yang terlihat profesional setelah mampir ke akun Instagram sebuah bisnis? Tanpa sadar, kamu langsung bergumam:

“Wah, akun ini kelihatan profesional banget.”

Menariknya, kesan tersebut sering muncul bahkan sebelum kita melihat satu pun unggahan di feed. Biasanya, kita akan melihat foto profil, membaca bio singkat, lalu membuka beberapa Highlight.

Kalau Highlight-nya rapi, informasinya mudah ditemukan, dan tampilannya konsisten secara visual, kita akan lebih yakin bahwa bisnis tersebut dikelola dengan serius. Sebaliknya, jika Highlight berisi kumpulan Story yang acak, kosong, atau tidak pernah diperbarui sejak tahun lalu, kepercayaan calon pelanggan bisa langsung menurun. Padahal, belum tentu kualitas produk atau jasanya buruk.

Inilah titik buta yang sering tak luput disadari banyak pembisnis. Mereka rela menghabiskan banyak waktu untuk membuat feed yang estetik, tetapi lupa bahwa calon pelanggan justru sering mencari informasi melalui Highlight.

Kalau tujuanmu menggunakan Instagram adalah untuk berbisnis, Highlight bukan sekadar membuat profil terlihat menarik. Fitur ini berperan sebagai pusat informasi yang membantu calon pelanggan menemukan jawaban yang mereka butuhkan dengan cepat.

Lalu, bagaimana cara menyusunnya? Mari kita bahas langkah demi langkah.

Langkah 1: Tentukan Highlight Berdasarkan Pertanyaan Pelanggan

Sebelum terburu-buru membuat Highlight baru, coba buka akun Instagram bisnismu. Perhatikan deretan Highlight yang sudah ada.

Apakah isinya benar-benar membantu calon pelanggan, atau justru hanya menjadi tempat menyimpan Story yang sayang dihapus?

Banyak bisnis membuat Highlight berdasarkan aktivitas internal, misalnya:

  • Daily
  • Weekend
  • Behind the Scenes
  • Holiday

Padahal, pelanggan baru umumnya tidak mencari informasi tersebut saat pertama kali mengunjungi akun. Mereka justru datang dengan berbagai pertanyaan yang lebih praktis, seperti:

  • Produk atau jasa apa yang ditawarkan?
  • Apakah ada testimoni dari pelanggan?
  • Bagaimana cara melakukan pemesanan?
  • Berapa kisaran harganya?
  • Siapa orang di balik bisnis ini?

Cobalah tulis lima hingga tujuh pertanyaan yang paling sering diajukan pelanggan. Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut sebaiknya dijadikan kategori Highlight, misalnya Produk, Testimoni, Portofolio, FAQ, Promo, Tentang Kami, dan Kontak.

Dengan pola pikir seperti ini, Highlight tidak lagi sekadar menjadi arsip Story, melainkan berubah menjadi pusat informasi yang benar-benar bermanfaat bagi pelanggan.

Langkah 2: Susun Highlight Sesuai Alur Pikir Pelanggan

Sekarang, coba posisikan dirimu sebagai seseorang yang baru pertama kali menemukan akun bisnismu. Highlight mana yang kemungkinan besar akan dibuka lebih dulu?

Apakah langsung menuju Promo? Belum tentu. Sebagian besar orang ingin memastikan terlebih dahulu bahwa produk atau jasa yang ditawarkan memang sesuai dengan kebutuhan mereka. Itulah sebabnya urutan Highlight juga perlu disusun secara strategis.

Urutan berikut sering kali lebih efektif:

  1. Produk atau Layanan
  2. Testimoni
  3. Portofolio
  4. FAQ
  5. Promo
  6. Tentang Kami
  7. Kontak

Susunan seperti ini mengikuti alur berpikir calon pelanggan. Semakin sedikit usaha yang harus mereka keluarkan untuk menemukan informasi, semakin nyaman pula pengalaman mereka saat berinteraksi dengan bisnismu.

Langkah 3: Gunakan Cover yang Konsisten Secara Visual

Banyak orang mengira bahwa cover Highlight adalah faktor yang paling menentukan. Padahal, jika isi informasinya berantakan, cover sebagus apa pun tidak akan banyak membantu. Meski begitu, bukan berarti cover boleh dibuat asal-asalan.

Cover yang konsisten berperan penting dalam memperkuat identitas visual merek. Kamu tidak perlu membuat desain yang rumit. Cukup pastikan penggunaan kode warna (hex code) tetap konsisten, misalnya #FEBBC3 apabila itu merupakan warna utama merekmu. Selain itu, gunakan gaya ikon yang seragam dan tipografi yang tidak berubah-ubah.

Yang paling penting bukan seberapa ramai desainnya, melainkan apakah seluruh deretan cover tersebut terlihat berasal dari satu identitas merek yang sama.

Langkah 4: Jangan Masukkan Semua Story ke dalam Highlight

Salah satu kebiasaan yang cukup sering terjadi adalah memasukkan semua Story ke dalam Highlight. Akibatnya, satu Highlight bisa berisi puluhan, bahkan ratusan Story.

Bayangkan jika kamu harus mengetuk layar puluhan kali hanya untuk menemukan informasi mengenai cara memesan produk. Besar kemungkinan kamu akan menutupnya sebelum menemukan jawaban yang dicari.

Karena itu, pilih dan kurasi hanya Story yang benar-benar penting. Misalnya, pada Highlight Produk, cukup masukkan:

  • Penjelasan produk
  • Manfaat utama
  • Kisaran harga
  • Cara pemesanan
  • Call to action (ajakan bertindak)

Lima hingga sepuluh Story biasanya sudah lebih dari cukup. Semakin ringkas penyampaiannya, semakin mudah pula pelanggan memahami informasi yang ingin disampaikan.

Langkah 5: Perbarui Highlight Secara Berkala

Highlight bukanlah museum yang menyimpan kenangan lama. Jika ada produk baru, perubahan harga, promo yang telah berakhir, atau testimoni pelanggan terbaru, segera lakukan pembaruan. Agar tetap relevan, jadwalkan audit Highlight setidaknya setiap satu hingga dua bulan sekali. Hapus informasi yang sudah tidak berlaku, lalu tambahkan konten terbaru. Kebiasaan sederhana ini membuat akun terlihat aktif, terawat, dan lebih meyakinkan di mata calon pelanggan.

Tools Pendukung yang Bisa Membantu Tim

Kalau ingin mengerjakan semuanya dengan lebih efisien, kamu tidak harus memulai dari nol. Beberapa tools berikut dapat membantu proses desain maupun pengelolaan konten.

Nama ToolsFungsi Utama
CanvaMembuat cover Highlight dengan template siap pakai secara instan.
FigmaMendesain sistem identitas visual yang presisi untuk kolaborasi tim.
Phosphor IconsMencari aset ikon gratis dengan ketebalan dan gaya yang seragam.
CoolorsMencari inspirasi dan mengunci kombinasi palet warna brand.
Meta Business SuiteMembaca analitik performa akun Instagram secara keseluruhan.

Mengapa Cara Ini Efektif?

Kalau kamu ingin memahami alasan di balik strategi ini, ada sebuah konsep yang menarik untuk dipelajari, yaitu Information Foraging Theory atau Teori Pencarian Informasi yang diperkenalkan oleh Peter Pirolli dan Stuart Card.

Teori ini menjelaskan bahwa manusia cenderung mencari informasi melalui jalur yang paling mudah. Selama informasi terasa jelas, cepat ditemukan, dan mudah dipahami, mereka akan terus melanjutkan proses pencarian. Sebaliknya, jika terlalu rumit atau membingungkan, mereka akan meninggalkan akun tersebut dan mencari alternatif lain.

Highlight yang tersusun dengan baik mampu mengurangi hambatan tersebut. Semakin cepat pelanggan menemukan jawaban atas pertanyaannya, semakin besar pula peluang mereka untuk menghubungi bisnis melalui pesan langsung (direct message atau DM) maupun melakukan pembelian.

Checklist Kesalahan yang Perlu Dihindari

Sebelum menekan tombol Done, pastikan akun bisnismu tidak melakukan kesalahan berikut.

  • Terlalu banyak kategori sehingga pelanggan kesulitan memilih.
  • Nama Highlight terlalu panjang hingga terpotong di tampilan profil.
  • Cover Highlight memiliki gaya visual yang tidak konsisten.
  • Informasi di dalam Highlight sudah tidak relevan atau kedaluwarsa.
  • Tidak menyertakan bukti sosial (social proof), seperti testimoni pelanggan.
  • Story terakhir tidak memberikan arahan yang jelas, misalnya mengajak pengguna menghubungi bisnis atau mengunjungi tautan di bio.

Highlight Instagram merupakan etalase informasi, bukan tempat menyimpan seluruh Story yang pernah dibuat. Susunlah berdasarkan kebutuhan pelanggan, bukan semata-mata berdasarkan apa yang ingin ditampilkan. Lengkapi dengan visual yang konsisten, informasi yang mudah dipahami, serta lakukan pembaruan secara berkala. Dengan begitu, akun bisnismu tidak hanya terlihat profesional, tetapi juga mampu memberikan pengalaman yang lebih baik bagi calon pelanggan.

Tampilan profil Instagram adalah kesan pertama yang dilihat calon pelanggan. Selain foto profil dan bio yang jelas, salah satu elemen yang sering diabaikan adalah Instagram Highlight. Sebelum menata Highlight, pastikan keseluruhan profil sudah terlihat profesional dan mencerminkan identitas bisnis kamu. Baca: 7 Cara Membuat Profil IG Keren untuk Bisnis

Perlu bantuan untuk online marketing bisnismu? Hubungi Mata Badai Studio sekarang!

Ready to Elevate Your Digital Marketing?

Let's discuss how we can help grow your brand online.

Get in Touch