Laporan digital marketing adalah hal wajib setelah selesainya sebuah campaign, baik oleh agensi seperti Mata Badai Studio maupun internal perusahaan.

Tapi, seperti apa sih laporan digital marketing yang baik? Apakah cukup dengan screenshot dari interaction, reach dan traffic? Berikut ini beberapa kesalahan yang sering dilakukan saat membuat laporan digital marketing dan tips mengatasinya.

Menjelaskan Ulang Grafik

Grafik atau gambar sudah menjelaskan dirinya sendiri. Jadi, tidak perlu menjelaskan data yang ada di grafik. Misalnya, “Pada tanggal 13 April, terjadi kenaikan klik pada iklan mencapai 312 klik.

Dibandingkan menjelaskan, lebih baik dianalisis;

  • Kenapa bisa ada kenaikan?
  • Apakah ada berita / konten viral serupa dengan produk?
  • Ada aktivitas yang membuat klik meningkat?

Tidak Punya Data Pembanding

  • “CTR website kita, diatas 5%”
  • “Bulan ini, website kita mendapat total 6.321 klik”

Apa sih artinya 6.321 klik dan CTR diatas 5% itu? Apakah itu bagus? Apakah kurang bagus?

Kembali ke poin pertama, grafik sudah menjelaskan dirinya sendiri. Dan jika laporan akan dibaca oleh klien atau pimpinan perusahaan, laporan harus bisa menjawab pertanyaan diatas. Caranya? Bandingkan dengan:

  • Data bulan lalu
  • Data kompetitor
  • Standar industri

Tidak Ada Learning & Recommendation yang Actionable

The Google Ads Optimization Score - How to use (and not use) this new  report - Data Driven U

Selain penyampaian data hasil campaign secara baik dan benar. Sebuah laporan digital marketing yang baik juga seharusnya memiliki learning & recommendation, apalagi yang bisa langsung diterapkan (actionable).

Learning seperti apa?

  • Apakah performa campaign sudah sesuai ekspektasi?
  • Kendala apa saja yang dialami?
  • Apa yang berjalan bagus? Dan mengapa?
  • APa yang berjalan kurang bagus dan mengapa?

Contoh recommendation seperti apa?

  • Mencoba channel baru untuk beriklan
  • Mengatur / memperbaiki SOP piket admin sosmed
  • Mengganti variasi materi iklan Facebook Ads
  • Mempertahank gaya interaksi di Instagram
  • Menambahkan budget iklan untuk Google Ads karena sudah terbukti.

Itulah beberapa kesalahan dalam pembuatan laporan digital marketing yang umumnya terjadi dan bagaimana mengatasinya. Semoga membantu.