Back to Blog
Marketing

Growth Problem vs Marketing Problem: Apa Bedanya?

arikurniawan
arikurniawan
July 14, 2026
2 min read
Growth Problem vs Marketing Problem: Apa Bedanya?

Pernahkah Kamu merasa bisnis sudah melakukan berbagai aktivitas marketing, mulai dari membuat konten, memasang iklan, hingga bekerja sama dengan influencer, tetapi hasilnya tetap tidak sesuai harapan?

Kondisi seperti ini sering membuat banyak pebisnis menyimpulkan bahwa strategi marketing mereka gagal.

Padahal belum tentu.

Bayangkan bisnis Kamu berhasil mendatangkan ribuan pengunjung ke website setiap bulan, tetapi hanya sedikit yang melakukan pembelian. Dalam situasi seperti ini, masalahnya belum tentu ada pada marketing. Bisa jadi produk belum sesuai kebutuhan pasar, harga kurang kompetitif, atau pelanggan tidak memiliki alasan untuk kembali membeli.

Dalam banyak kasus, kondisi seperti ini bukan lagi masalah marketing, melainkan Growth Problem. Artinya, bisnis sudah berhasil mendapatkan perhatian pasar, tetapi gagal mengubah perhatian tersebut menjadi pertumbuhan. Sebaliknya, Marketing Problem terjadi ketika calon pelanggan bahkan belum mengetahui keberadaan bisnis Kamu.

Sederhananya:

  • Marketing Problem: Orang belum datang.
  • Growth Problem: Orang sudah datang, tetapi tidak membeli atau tidak kembali.

 Oleh karena itu, tidak semua masalah bisnis bisa diselesaikan dengan iklan atau promosi. Marketing memang berfungsi mendatangkan pelanggan, tetapi pertumbuhan bisnis tetap bergantung pada produk, harga, layanan, dan pengalaman pelanggan.

Sayangnya, banyak pebisnis keliru menganggap semua masalah pertumbuhan sebagai masalah marketing. Akibatnya, mereka terus menambah budget promosi, padahal masalah sebenarnya berada pada produk atau pengalaman brand yang belum mampu mempertahankan pelanggan.

Sebelum Menambah Budget Iklan, Cek Ini Dulu!

Banyak bisnis terburu-buru meningkatkan budget marketing saat penjualan menurun. Padahal jika produk tidak sesuai ekspektasi, harga tidak kompetitif, atau pelanggan tidak memiliki alasan untuk kembali membeli, menambah iklan hanya akan membuat lebih banyak orang menemukan masalah yang sama. Karena hal tersebut, langkah pertama bukan selalu meningkatkan promosi, melainkan memastikan Kamu memahami sumber masalahnya terlebih dahulu.

Karena itu, sebelum menambah budget iklan atau mengganti strategi promosi, pastikan Kamu memahami sumber masalahnya terlebih dahulu.

Kalau biaya menjadi pertimbangan utama, jangan lupa pastikan kualitas layanannya juga. Baca juga: Tips Memilih Digital Marketing Agency yang Tepat untuk Bisnis Anda.

Jika orang belum datang, perbaiki marketing. Jika orang sudah datang tetapi tidak bertahan, perbaiki bisnisnya.

Menariknya, konsumen tidak hanya dipengaruhi oleh harga yang pertama kali dilihat, tetapi juga oleh pilihan yang tersedia. Dalam banyak kasus, pilihan tersebut sengaja dirancang untuk mengarahkan keputusan konsumen. Mengapa bisa begitu? Baca : cara brand mengarahkan pilihan konsumen

Perlu bantuan untuk online marketing bisnismu? Hubungi Mata Badai Studio sekarang!    

Ready to Elevate Your Digital Marketing?

Let's discuss how we can help grow your brand online.

Get in Touch